Saturday, June 11, 2011

Daily sufficient grace

Mat 6:11
Give us today our DAILY bread.
"And as long as you're seeking my face, You'll walk in the power of My daily sufficient grace", Laura Story - Grace
Click here to listen to this song.
I watched this song as it was posted by my friend on fb. It has beautiful lyrics, and I am captured by these words. Daily sufficient grace. What can we learn if God only gives us grace sufficient for a day?
1. We learn to depend on God each day.
2. By seeking His face daily, we'll get closer to Him.
To depend on God doesn't mean that we don't do anything, and expect Him to do miracle. To depend on Him doesn't mean that He will make our way easier (We will not be matured if God makes our way easier each time we face trouble). To depend on God means that we do our responsibility the best we can, as an offering to Him. And as we do that, at the end of the day, we'll see that we do more than we capable of. That is how miracle happens.
My second point relates to the prayer Jesus taught. Jesus taught us to ask the bread for this day only. One of the reason why is because He wants us to ask Father daily. By coming to Him daily, we build closer relationship to Him. We seek His face daily. We become more alike with Him. And so, material blessing becomes a way for spiritual blessing. And this is what Father actually wants to give us.
So let's walk together with Him daily, we'll get stronger and stronger each day as we transformed each day to be more alike to Father. Err, and the trials will be much tougher as well.. Hahaha... Enjoy.

Tuesday, June 7, 2011

Unta Lewat Lobang Jarum?

Matius 19:23-24
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Perumpamaan unta melalui lobang jarum sering menimbulkan kebingungan bagi banyak anak Tuhan. Yang dimaksud Tuhan Yesus bukanlah lobang jarum jahit, tentu saja tidak ada unta yang dapat melaluinya. Pada zaman dahulu kota-kota dikelilingi oleh tembok kota, dan pada malam hari tembok kota selalu ditutup. Hanya ada satu pintu kecil yang dibuka supaya orang-orang dapat melaluinya. Pintu inilah yang disebut dengan lobang jarum.
Lobang jarum tersebut sedemikian kecil ukurannya sehingga hanya ada satu cara seekor onta dapat melalui lobang jarum ini. Cara tersebut yaitu dengan menanggalkan semua beban yang dipikulnya, dan menanggalkan semua perhiasan yang dipakai oleh onta. Setelah itu si pemilik onta harus membuat ia berpose duduk / menunduk, dan kemudian mendorong onta tersebut dari belakang sampai onta tersebut melalui lobang jarum.
Demikian juga setiap orang yang ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah. Orang tersebut harus (1) menanggalkan semua beban dan dosa, (2) menanggalkan semua kemuliaan duniawi, dan (3) menaklukkan diri di bawah kedaulatan Tuhan.
Sedemikian beratnya perjuangan untuk mendapatkan keselamatan, sehingga Tuhan Yesus mengumpamakannya sebagai kehilangan nyawa.
Matius 10:39
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Tentu saja ayat 'unta melalui lobang jarum' ini bukan hanya berlaku untuk orang kaya atau berharta saja, tapi juga untuk orang miskin yang ingin kaya.

Light of the world

Matius 5:14
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

'Kota yang terletak di atas gunung' yang dimaksud pada ayat di atas adalah kota Yerusalem. Yerusalem terletak di atas pegunungan, dan ketika malam hari tiba (pada waktu itu belum ditemukan listrik), maka orang yang ada di kegelapan malam dapat membedakan gunung yang satu dari yang lain dan dapat menuju kota Yerusalem dengan mudah karena terangnya.

Semoga setiap kita yang mengaku anak Tuhan dapat menjadi terang, sehingga orang-orang di kegelapan dapat melihat terang yang dipancarkan dan dapat sampai kepada Yerusalem sorgawi. Amin.

Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Sunday, May 22, 2011

Nice Songs

Found some great songs by Pdt. Dr. Erastus Sabdono.

Hope these songs blessed and inspired you as well, to continue living and struggling to fulfill the divine purpose given to your life.

First song is Selalu Untukmu - I live for You alone.


Lyrics:

Selalu untuk-Mu, selalu untuk-Mu, Tuhan dan Rajaku.
Semua yang kuperbuat, baik siang dan malam, selalu untuk-Mu.
Segenap hidupku adalah milik-Mu, 'tuk kemuliaan-Mu.
Sampai ku tua nanti, sampai di surga nanti, selalu untuk-Mu

I live for You alone, I live for You alone, my precious God and King
In everything I do Lord, In everywhere I go, I live for You alone.
My life belongs to you, my body mind and soul, to glorify your name.
Until the end of my life, until in heaven new life, I live for You alone.



And the second song is Untuk Apa Aku Ada di Bumi ini

Lyrics:

Ada tanya dalam gelisah di hati
Untuk apa aku ada di bumi ini
Bak uap sekejap , bunga rumput pagi
Yang akan layu di sore hari.

Malam kelam , padang gersang dan tandusnya
Cerita tragis kehidupan manusia.
Dan satu persatu , mereka yang dicinta
Berpulang , tak kembali lagi .

Reff:
Tuhan hantarlah langkahku, sebelum usai hariku
'Tuk memahami rencana-Mu di dalam taman hidupku.
Tuhan celikkan batinku, untuk mengerti hati-Mu
Agar kutunaikan semua yang Bapa ingini.


Saturday, May 14, 2011

Masalah bukan masalah

Rom 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kenapa masalah demi masalah selalu silih berganti ada dalam hidup kita? Apabila bukan masalah pekerjaan, karier, mungkin masalah jodoh, pasangan hidup, masalah rumah tangga, masalah finansial, mungkin masalah kesehatan, sakit penyakit, masalah keluarga, dan banyak lagi. Sebenarnya apa yang Tuhan ingin bentuk dalam hidup kita melalui masalah-masalah itu?

Satu hal yang aku pelajari melalui ayat di atas, bahwa Allah turut bekerja melalui masalah yang kita hadapi. Ini berarti juga bahwa Allah juga yang turut menyebabkan (atau tepatnya mengizinkan) masalah tersebut menimpa kita. Dan apabila kita melihat satu ayat setelah ayat di atas, maka kita akan tau tujuan Allah mengizinkan masalah di dalam hidup kita.

Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Singkatnya, ada rencana Allah di balik semua masalah kita (ay. 28). Dan di ayat 29 ditulis bahwa rencana-Nya adalah supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Dan supaya Ia menjadi yang sulung, yaitu menjadi teladan kita. Teladan apakah itu? Teladan ketaatan mutlak kepada Sang Bapa.

Sesungguhnya setiap masalah jasmani yang disebutkan di atas, bukanlah masalah bagi Allah semesta alam. Untuk saya pribadi, setiap masalah jasmani yang diizinkannya adalah untuk melatih jiwa saya. Agar melalui mereka, jiwa saya dikuatkan, didewasakan. Saya akan bertanggung jawab, saya akan bekerja berusaha sebaik mungkin. Dan saya yakin, apabila saya telah mempelajari pelajaran yang Tuhan beritahu melalui masalah itu, maka badai pasti berlalu.

Maka untuk segala masalah jasmani Tuhan memberikan ayat ini.

1Kor 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya

Untuk itu janganlah lagi berdoa meminta agar masalah ini berlalu. Berdoalah meminta agar melalui masalah ini kita dikuatkan. Cari tahu apa yang Tuhan inginkan agar kita pelajari melaului masalah ini. Dan bagikanlah kebenaran yang telah dipelajari agar semakin banyak orang di sekitar kita yang terberkati.

Bila melihat dari perspektif Tuhan, maka setiap masalah jasmani bukanlah masalah di hadapan-Nya. Berusahalah semaksimal mungkin, bekerjalah segiat mungkin, dan persembahkanlah semua yang kita capai kepada Raja segala raja. Yang menjadi masalah kita yang sebenarnya adalah: apakah hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya? Apakah kita telah berjalan benar sesuai dengan rencana-Nya? Dan bila hidup ini adalah sekolah, bagaimana raporku di mata-Nya?

Itulah masalah kita yang sebenarnya. Dan yang kita anggap masalah kita selama ini sesungguhnya bukanlah masalah..

Friday, May 6, 2011

New World

Tahu tidak kalau hidup rohani kita dapat diibaratkan seperti bangsa Israel?
Ketika kita belum diselamatkan, kita seperti bangsa Israel di tanah mesir.
Kemudian bangsa Israel melewati laut Merah (tanda keselamatan). Firaun dan anak buahnya mati di sana (iblis tidak lagi berkuasa atas kita).
Setelah melewati laut merah sampai memasuki tanah perjanjian adalah hidup rohani kita di bumi ini. Singkatnya seperti ini:

Di Mesir --> Melewati Laut Merah --> Di Padang Gurun --> Masuk Tanah Kanaan

Sejajar Dengan kehidupan rohani kita

Belum kenal Tuhan --> Terima Tuhan --> Kehidupan Kristen --> Masuk ke langit baru bumi baru

Perjuangan orang Israel di padang gurun, terbagi menjadi dua macam:
1. Perjuangan meninggalkan kehidupan lama.
Orang israel bersungut2, minta daging, minta air. Setelah dapat, memuji Tuhan. Jalan sedikit, bersungut2 lagi.
Yang seperti ini adalah seperti perjuangan rohani orang kristen melepaskan kedagingan. Melepaskan manusia lama.
Inilah yang menyebabkan orang Israel muter2 di padang gurun selama 40 tahun.

Kalau aku pikir2, bingung loh, kok bisa ya orang Israel gak percaya Tuhan? Tiap pagi dan malam, ada tiang awan/tiang api. Itu kan udah mujizat perfect (di gurun siang panas banget - dikasih awan / malam dingin banget - dikasih api). Tiap pagi ada manna, itu mujizat lagi. Kaki gak bengkak, baju gak rusak, sepatu gak rusak. Tapi kok masih aja bersungut2.

Tapi aku introspeksi diri, jangan2 juga aku seperti orang Israel yg terus bersungut2 :|

2. Perjuangan masuk Tanah Kanaan
Ketika akan memasuki tanah kanaan dan ketika merebut tanah tersebut dari penduduknya, maka orang2 Israel sendiri yang harus berjuang (dengan pimpinan dan penyertaan Tuhan tentunya), berperang melawan raja2 yang ada. Bedakan dengan apa yg Tuhan lakukan di Mesir, langsung kasih 10 tulah, orang Israel ga perlu kerja apa2. Yang paling kontras bedanya adalah ketika menyeberangi Laut Merah dan Sungai Yordan.
a. Ketika menyeberangi Laut Merah : Lautnya kering dulu, orang Israel lihat mujizat, baru lewat tanah kering.
b. Ketika menyeberangi Sungai Yordan: Belum ada mujizat apa2, para Imam Lewi melangkahkan kaki ke sungai, baru sungai nya kering sampai ke hulu.
Ini adalah perjuangan memasuki langit baru bumi baru, perjuangan mencapai kekudusan, perjuangan menjadi sempurna.

Disini digambarkan jelas bahwa orang Kristen perlu perjuangan besar untuk memasuki langit baru bumi baru. Salah kaprah yang biasa terjadi adalah, kekristenan digambarkan seakan2 terima Tuhan, Tuhan sertai, kita gak perlu berjuang apa2, masuk surga. Perlu diingat bahwa ada banyak sekali orang2 Israel yang telah menyeberangi Laut Merah, melihat penyertaan dan mujizat Tuhan di Mesir, tapi tidak dapat memasuki tanah perjanjian. Sungguh sangat disayangkan.

Tapi jangan sampai salah tangkap, bukan berarti keselamatan adalah hasil kerja manusia. Perjuangan kita adalah respon kita terhadap anugrah maha besar yang kita dapatkan, dan itu tidak diperhitungkan sebagai jasa. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.

Tentu masih ada lanjutannya, konkritnya perjuangan apa sih yang perlu kita lakukan? Tapi lain kali aja, terlalu panjang ntar.

Responsibility


Ada seorang anak gelandangan yang diadopsi oleh seorang bos kaya raya.
Selain anak itu bersyukur karena keberuntungannya diadopsi juga ia dituntut untuk berperilaku seperti layaknya anak bos. Ia harus belajar budi pekerti, etika, sopan santun untuk menjadi serupa dengan anak bos.
Seorang pelajar lulusan SMU mendapat beasiswa ke universitas ternama di luar negeri. Hampir dapat dipastikan masa depannya cerah karena mendapat pengetahuan, pengalaman, dan juga kesempatan untuk belajar di lingkungan yang mendukung. Selain anak itu bersukacita karena mendapat 'hadiah' yang tidak akan didapat sembarang orang, ia juga mendapat tanggung jawab untuk belajar segiat mungkin, dan lulus dengan standar nilai tertentu.
My friends, seperti seorang anak Tuhan yang diberi anugrah keselamatan dari Bapa. Dengan percaya dan menerima anak-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi maka ia mendapat anugrah keselamatan. Sudah seharusnya kita bersyukur dan bersukacita mendapat anugrah itu, seperti anak gelandangan dan pelajar pada ilustrasi di atas. Tetapi jangan hanya berhenti sampai di sana. Ingat juga bahwa ada sisi lain dari keselamatan, dan ini sebenarnya juga adalah tanda / bukti bahwa kita telah diselamatkan. Alkitab mengajarkan kita untuk mengerjakan keselamatan.

Filipi 2:12
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Di tempat lain, penulis kitab Ibrani juga menulis bahwa setelah diselamatkan kita diwajibkan untuk mengikuti perlombaan iman.

Ibrani 12:1
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Karena sesungguhnya panggilan kita diselamatkan adalah supaya kita menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya.

Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Dan target keselamatan kita adalah menjadi sempurna.

Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna

Renungkanlah ayat-ayat di atas, dan pikirkanlah berapa besar usaha yang perlu dilakukan untuk memenuhi target tersebut.
Don't get me wrong here. Hal ini tidak berarti bahwa keselamatan adalah usaha manusia. It's totally a gift from Him and Him alone. And I'm not saying that we have to (or even can) do this with our own strength. Hanya oleh penebusan darah Kristus, perubahan pola pikir karena kebenaran Injil, tuntunan dan pimpinan dari Roh Kudus setiap hari.
Please bear this on your mind, bahwa di balik anugrah keselamatan ada tanggung jawab besar yang harus dikerjakan oleh setiap orang percaya. Jangan terpaku hanya pada hore-hore kita telah diselamatkan, tunjukkan dan buktikan bahwa kita telah diselamatkan. And as we get wiser, I pray that the focus on our christian lives will be more on the proving part rather than the hore-hore part.

"... and my love is for You
and my love is for You
and my love is forever..."