Monday, September 12, 2016

Confession

Part 1

I am a sinner. I may be given, thanks to God, a bit more of analytical mind compare to people around me. But that makes me feel smarter than most of my friends.
And with the same mind, I also cover my act to look like I am a humble person. I cover them so good that maybe my wife herself doesn't know that I have this kind of thinking. Or maybe she does.
I also lie sometimes. Well, not big lies, some small untraceable lies. Sometimes maybe just hiding the truth, or sometimes telling half truth. Hahaha...
I never murder another person, thank God, but nevertheless my deceitful heart now and again angry or hate this guy or that guy.
I also never slept with woman outside of marriage, but God knows how many times my mind think of dirty thoughts, given the revealing ladies on the street, or in the Internet. Look at porn? Masturbate? Our culture are so crooked that it will be an out-lier if a guy never does them.
The truth is, I am a sinner. Outwardly I may look like a good person. I go to church, I pray sinner's prayer, I even serve in the church, leader of cell group. But in the above few statements, you all know that I am a prideful person, hypocrite, liar, murderer, adulterer, and I can keep going on. If I honestly dig my own heart, I will be able to find all dirty and sinful things inside.

Would you think that a Just and Holy God will take me to His side when I died? How could He? It would make Him unjust and unholy, no? If there are places called Heaven and Hell, a sinful person like me will surely be thrown into Hell.

But, and this is a big BUT. The church and the Holy Bible tells me that I am forgiven.
"How so?" You might ask. God said that He has sent His only begotten Son, Jesus, to died on the cross and take away all my sins.
"So, just like that?" He said repent and receive forgiveness of your sins, so I did.
"What about the rest of the world?" He said forgiveness of sins are given freely to all who believe, including you.
 
I am a sinner, but I am a FORGIVEN sinner. You are also forgiven. Do you believe in Him?



Continue in Part 2 - "So what now after you have been forgiven, can you just live freely in your sins?"

Monday, December 21, 2015

Apakah Tuhan orang Kristen KKR benar-benar menyembuhkan?

Seorang teman bertanya tentang seorang yang mengaku nabi dari afrika. Apakah dia asli diutus Tuhan? Cukup mudah jawabnya dengan menggunakan google, maka akan terlihat banyak artikel yang menunjukkan kepalsuan dari nabi tersebut. Ada satu website diantara yang lain yang saya lihat cukup lengkap mengupas trik dari orang yang mengaku nabi ini.

https://tbjoshuawatch.wordpress.com/2012/06/17/the-tricks-behind-tb-joshuas-prophecies-revealed/

Karena selain bernubuat, orang mengaku nabi ini juga 'menyembuhkan', apakah ada efek untuk orang yang 'disembuhkan' nya?

Sepanjang pengamatan saya, paling tidak ada beberapa penyebab dari kesembuhan:
1. Kesembuhan terjadi secara ilahi, dan benar dari Tuhan.
2. Kesembuhan terjadi secara natural, misalnya selain berdoa orang itu jg minum obat. Efek kesembuhan terjadi karena obat, atau karena antibodi, dll, jadi bukan karena mujizat.
Kesaksian dari kesembuhan jenis ini terkadang dilebih2kan dan ingin diaku menjadi kesembuhan jenis no 1.
3. Efek plasebo. Dikarenakan atmosfer konser / KKR yang memompa adrenalin, atau karena perkataan berulang2 - hipnotis, maka terjadi kesembuhan sementara. Setelah beberapa saat, maka efek nya akan wear off.
4. Trik yang digunakan pengkhotbah supaya seakan2 sembuh, padahal tidak terjadi apa2.
Hal ini juga diperparah karena ajaran 'mengimani maka terjadi', sehingga banyak orang yang merasa-rasa dirinya sembuh dan mengaku-aku dirinya sembuh padahal tidak.
Ada dua video yang saya lihat bagus soal ini, yang pertama darren brown - miracles for sale. http://m.youtube.com/watch?v=iuP5uOI7Xwc
Lalu untuk citarasa lokal, google bengcumenggugat yang banyak mengupas trik ini di seorang pendeta lokal yang terkenal. [Catatan: teologia dari website ini tidak disetujui penulis, tapi untuk hal trik kesembuhan banyak hal yang penulis setujui]
5. Kesembuhan berasal dari kuasa lain yang bukan dari Tuhan.

Sepanjang pengamatan penulis, yang paling sering terjadi di dunia Kristen karismatik / pentakosta adalah no 2, 3, atau 4.
Untuk no 1, ketika awal di jaman Tuhan Yesus dan jaman rasul2, sangat lah penting terjadi mujizat dan kesembuhan menyertai dimana mereka memberitakan injil. Hal ini disebabkan orang2 yang pertama mendengar ajaran mereka dapat lebih diyakinkan dengan adanya tanda dan mujizat. Bila ditarik ke zaman ini, mungkin bisa disamakan dengan orang2 yang pergi menginjili ke suku2 terasing atau pedalaman. Biasanya tanda dan mujizat dapat menyertai mereka, walaupun bukan suatu janji pasti.
Sebagai catatan kesembuhan dari Tuhan masih ada dan masih terjadi hari ini. Tidak lah hal yang mustahil untuk Tuhan dapat menyembuhkan.
Tetapi hal yang perlu diingat:
1. Kesembuhan dari Tuhan itu sembuh total, bukan sembuh sementara.
2. Orang yang pengajaran nya bertentangan dengan Alkitab - bukan berasal dari Tuhan. Maka kesembuhan melalui orang itu juga bukan dari Tuhan adanya.

Apa akibatnya bila terjadi kesembuhan yang bukan berasal dari Tuhan?
1. Bila gejala nya sepele dan efek nya hilang maka tidak akan terjadi hal serius.
Misal: kaki keseleo, setelah didoakan seakan2 sembuh, lalu balik sakit lagi. Sebenarnya bila diistirahatkan kaki keseleo ya akan sembuh sendiri. (Note: kunjungi dokter atau praktisi kesehatan lain bila tidak kunjung sembuh).
Untuk jenis ini tidak ada efek apapun, kecuali akibat no 4.
2. Sakit nya parah dan tidak kunjung 'disembuhkan'. Bisa berakibat kecewa pada Tuhan atau kecewa pada diri akibat kurang 'beriman'. Ada satu video kesaksian yang bagus sekali - dalam bahasa inggris - dimana wanita ini kecewa pada Tuhan akibat tidak kunjung disembuhkan, tapi akhirnya ia mengerti bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan kesembuhan fisik. Yang Tuhan janjikan adalah keselamatan jiwa. http://m.youtube.com/watch?v=NI22o5u32z0
3. Yang lebih ekstrim lagi adalah karena pendeta mengajarkan ngawur, ditambah orang ini banyak 'dinubuatkan' akan sembuh, dan merasa sudah sembuh, atau 'beriman' maka ia menghentikan pengobatan. Akibatnya bisa fatal. Lihat artikel ini - dalam bahasa inggris. https://aaronho1974.wordpress.com/2015/10/26/joseph-princes-theology-an-encounter/
4. Yang paling parah dari semua adalah orang2 yang mencari kesembuhan fisik tidak mendapatkan injil yang benar. Tuhan tidak pernah menjanjikan kesembuhan fisik di dunia sekarang, Tuhan menjanjikan keselamatan jiwa. Pengorbanan nya di kayu salib bukan supaya kita healthy, wealthy, happy. Kita tidak perlu memperkatakan iman untuk mendapatkan kesembuhan.
Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk membayar semua dosa kita. Kita yang di bawah murka Tuhan diperdamaikan lewat kematian nya. Dan lewat kebangkitannya kita diselamatkan.

Bagaimana kita menyikapi apabila kita atau orang terkasih kita sakit?
1. Berdoalah untuk orang yang sakit. Alkitab berkata bagi kita untuk berdoa bagi orang sakit, tapi berdoa sejatinya adalah permintaan pada Tuhan bukan menyuruh2 Tuhan. Pelajari janji di alkitab sebelum kita klaim2 janji yang tidak pernah dijanjikannya.
2. Bila mereka memiliki sakit yang serius / kritis, segera cari pertolongan profesional (dokter atau rumah sakit).
3. Bertanggung jawab dengan kesehatan kita, bila sakit pergi ke dokter atau praktisi kesehatan lain.
4. Miliki gaya hidup sehat. Tidak lah bertanggung jawab kalau kita makan nya asal2an, lalu kita minta Tuhan menyembuhkan ketika kita sakit akibat itu. Kita lakukan yang menjadi tanggung jawab kita, dan untuk hal2 yang tidak bisa kita kerjakan, Tuhan akan lakukan bagian-Nya.
Apabila pun Tuhan tidak menyembuhkan keadaan kita atau orang terkasih, kita tidak menyalahkan Tuhan atau berkata Tuhan tidak adil.

Tambahan: Silakan baca link ini - dalam bahasa inggris - untuk pembahasan bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah menjanjikan kesembuhan fisik di dunia saat ini.
http://cicministry.org/commentary/issue14.htm

Monday, January 12, 2015

Nuclei of life

If a country has government, has politics, economics, judicial force, soldiers, teachers, etc. But what is the nuclei of a country? What is the most important function in a country?
The most important, the nuclei of a country is to have all its countrymen to feel safe, to be happy, to live and enjoy their each lives.

Likewise, for a church, there is mission, there is kids ministry, LG, training, music, pastoral, sermons, etc. What is the nuclei, the most important function of a church?
The most important, the nuclei of a church is to have each member to grow to be like Him. To be more christ-like each day. And for each other to help one another to be more Christ-like.

All our activities in our church, have that in your mind. Move towards that direction. To become christ-like yourself, and to help others become christ-like as well.

Wrong example: SBY with focus of economic growth.
Church with focus of member growth

Question to ponder, what is the nuclei of our lives?

Sunday, August 4, 2013

Ayo lari..

Yes 40:29-31
29Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

30Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

31tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


Hidup ini adalah sebuah lintasan lari, dan kita semua masing-masing adalah pelarinya. Tujuan akhir dari lari adalah Tuhan sendiri, dapat kita lambangkan sebagai matahari sore. Bedanya matahari ini tidak bergerak, dan tidak ada hari malam. Beberapa dari kita berlari untuk sesegera mungkin mencapai matahari itu, sementara yang lain hanya berjalan menuju matahari. Ada juga orang yang duduk-duduk berteduh di samping lintasan lari, hanya duduk ngobrol-ngobrol bahkan lupa bahwa sesungguhnya mereka harus lari untuk mencapai matahari.

Berlari mencapai matahari adalah sesuatu yang mustahil, tapi ada suatu hasrat yang kuat dari dalam diri kita untuk mencapainya. Berlari mencapai matahari juga panas terik, sehingga beberapa menjadi letih dan tidak lagi melanjutkannya.

Ada saat-saat dimana kita menjadi ter-encouraged, yaitu ketika kita melihat pelari lain dan bisa berlari bersama dia walau hanya sesaat. Sesama pelari, walaupun tidak mengenal sebelumnya, tapi ketika bersama memiliki passion yang sama, dapat merasakan suatu 'connection' khusus. Ketika kita share satu sama lain, terpancar energi dan passion yang sama. Marilah kita saling menularkan passion kita kepada pelari-pelari yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Saat lain yang membuat kita semangat, adalah ketika kita melihat ada pelari lain yang menjadi semangat karena melihat kita berlari. Orang-orang itu adalah orang yang berhasil kita 'tularkan'. Orang-orang yang menjadi terinspirasi. Mereka mungkin adalah orang-orang yang ada di bawah pimpinan kita, atau sesama pelayan bersama kita, atau mungkin secara tidak sadar kita juga telah menularkan pada pemimpin kita. Apapun itu, bukankah kita harus lebih semangat lagi berlari, karena kita dapat menginspirasi satu sama lain?

Terkadang kita menjadi letih sehingga kita berteduh. Tapi berhati-hatilah supaya kita tidak terlalu lama berteduh. Lihatlah orang-orang yang tadinya berlari kencang, tapi sekarang tidak lagi berlari, mereka bukan cuma beristirahat tapi malah membuat rumah di samping lintasan. Mereka beralasan cukup saja berada di samping lintasan lari. Bukankah pada akhirnya tidak ada bedanya lari ataupun tidak lari?

Ketika kita berlari jangan lupa untuk makan dan minum untuk mengembalikan energi kita. Jika kita tidak mengisi energi kita maka kita akan menjadi mudah letih..

Ada juga orang-orang yang menolong pelari tapi mereka sendiri tidak berlari. Ingatkan mereka, tugas utama mereka adalah berlari, jika mereka tidak ikut berlari mereka akan tertinggal.. Ada juga pelari yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak membantu pelari di sampingnya yang sedang jatuh. Ingatkan juga bahwa bukankah kita pun berlari karena ada yang mengajak kita berlari pada awalnya?

Pada akhirnya bukanlah mencapai matahari yang penting, karena sesungguhnya tidak ada orang yang akan dapat mencapai matahari. Tetapi sang Pemberi kehidupan akan menilai segala sesuatu, dan para pelari akan mendapat upah sesuai dengan apa yang pantas diterimanya.

Ketika kita berlari, hendaklah kita berlari sekuat mungkin.
Ketika kita tidak bisa berlari, hendaklah kita berjalan secepat mungkin.
Ketika kita tidak lagi bisa berjalan, kita akan berdiri menghadap matahari.
Ketika kita tidak dapat lagi berdiri, kita akan duduk atau telentang dengan mata menatap matahari.

Engkaulah matahariku. Kesenanganku. Kerinduanku. Bawa aku lebih dekat lagi kepada-Mu...

Saturday, June 1, 2013

Tujuan Hidup


Jika ada yang menanyakan kepada kita, untuk apa sih kita jadi orang Kristen? Apa tujuannya ke gereja, ikut pelayanan dsb? Atau lebih dalam lagi, apa yang menjadi tujuan hidup kita sebagai manusia? Apa yang akan jadi jawaban kita?

Is it simply supaya kita masuk surga, terhindar dari api neraka? Atau biar hidup kita di bumi ini diberkati, seperti di tulisan salah satu kaos.. Muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga?

I can give you my insight, at least what I understand until today.

Bila ditanya apa tujuan kita jadi orang kristen, maka jawabannya adalah supaya kita bisa memenuhi tujuan Tuhan menciptakan kita.

Lalu apa tujuan kita (manusia secara umum) diciptakan Tuhan? Let's go back ke cerita penciptaan awal.

Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama, Tuhan memberi perintah pertama: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan TAKLUKKANlah itu, BERKUASAlah atas ..." Kej 1:28. Tuhan ingin agar manusia menaklukan bumi. Tapi yang ditaklukan bukan cuma alam fisik, melainkan juga alam non-fisik. Karena di bumi ini jauh sebelum manusia diciptakan, ada makhluk pemberontak non-fisik yang juga dilempar ke bumi. Hal yang menarik adalah, dari sekian besar alam semesta (ratusan milyar bintang di galaksi bima sakti, ratusan milyar galaksi di seluruh alam semesta), ternyata iblis dilempar ke bumi (satu planet di salah satu bintang di salah satu galaksi). Dan di planet itu juga diciptakan manusia. Hooo.. ternyata memang Tuhan merencanakan agar manusia clash sama iblis.

Faktor lain yang membuat sampai pada kesimpulan itu adalah pemikiran seperti ini.
Sampai ketika manusia diciptakan ada dua kemungkinan:
1. Tuhan merencanakan manusia (Adam dan Hawa) jatuh dalam dosa.
2. Tuhan tidak merencanakan manusia jatuh dalam dosa, dalam arti Tuhan merencanakan manusia untuk bisa menang dari dosa.

Jika kemungkinan pertama yang benar, maka Tuhan jahat terhadap manusia, karena manusia sudah diberi hukuman mati dari awal.

Sedang bila kemungkinan kedua yang benar, maka ada pertanyaan yang muncul. Jika manusia tidak jatuh dalam dosa, maka Yesus tidak perlu datang ke dunia. Dan jika Yesus tidak datang ke dunia, maka siapa yang mengalahkan iblis? Ternyata yang memiliki tanggung jawab untuk mengalahkan iblis adalah Adam.

Ok.. even kalau ide di atas belum bisa diterima, atau terkesan ide yang baru, kita lanjut ke pemikiran selanjutnya.

Kita asumsi bahwa manusia dirancang untuk mengalahkan iblis, lalu apa relevansinya dengan hidup kita saat ini? Hold this thought, akan dijawab di bawah, kita lanjut cerita penciptaan manusia.

Kita sama2 tahu bahwa manusia pertama ternyata gagal mengalahkan iblis, karena mereka ternyata makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, melanggar perintah Tuhan. Mereka dihukum Tuhan, dan di Roma 3:23 dikatakan manusia semua telah berdosa (terjemahan dari bahasa yunani:  meleset) dan kehilangan kemuliaan Allah.

Manusia gagal mencapai tujuan Allah menciptakan manusia.

The end? NO.

Yesus Kristus anak tunggal Allah datang save the day and change history. Dia yang adalah Allah Anak, Anak Tunggal Allah, menjadi manusia, benar2 manusia, lahir dan hidup di bumi ini. Dan dengan hidupnya, Yesus memberi contoh bagaimana hidup yang sebenarnya. Dengan ketaatannya, taat sampai mati di kayu salib, Dia memenuhi tujuan Allah bagi hidupnya. Dengan itu Tuhan Yesus mengalahkan iblis. Dia yang pertama mengalahkan iblis, maka Ia menjadi pokok keselamatan (Ibrani 5:9, author of salvation - bahasa sederhananya: kita selamat gara2 Dia). Dan Tuhan Yesus mengaruniakan kesempatan yang sama untuk kita semua. Itulah keselamatan, yaitu usaha Tuhan untuk mengembalikan manusia ke rancangan semula.
Dengan Tuhan Yesus mati di kayu salib, kita yang telah menerima-Nya, menerima Roh Kudus, dan dimampukan untuk hidup seperti Dia hidup. Yaitu hidup seturut kehendak Allah.

Ada yang tanya, Loh, kan beda, Yesus itu Tuhan sedangkan kita kan manusia?

Nggak juga lho, waktu Tuhan Yesus di dunia ini, dia itu juga 100% manusia. Ia tidak menggunakan hak keTuhanan nya untuk memper-"mudah" hidupnya. Dan lagian, Ia bilang kita juga harus "Hidup seperti Ia hidup" 1 Yoh 2:6. Masa kita tidak percaya sama Dia kalau itu berarti kita juga bisa hidup seperti Dia hidup?

Loh, kok keselamatan jadi susah sih? Bukannya tinggal terima Tuhan aja terus udah selamat (Roma 10:9-10)?

Ehm... kalau cuma ngomong terima Tuhan lalu selamat itu sangat simplified. Analoginya seperti orang commit di altar ketika menikah untuk menjadi suami yang baik. Apakah itu berarti ia sudah menjadi suami yang baik? Bukannya hidup tiap hari lah yang membuktikan ia suami yang baik?

Lagipula Tuhan suruh kita mengerjakan keselamatan (Filipi 2:9). Dan memang gak pernah dibilang di alkitab kalau keselamatan itu gampang (Berjuanglah melalui jalan sempit - Luk 13:23,24).

Satu lagi, waktu Paulus tulis seperti itu ke jemaat Roma (Roma 10:9-10), jemaat Roma itu bukan orang yang nyantai2 seperti orang Kristen saat ini. Di saat itu, kalau ada orang yang ngaku diri Kristen, ia harus siap :
1. Kehilangan kewarganegaraan.
2. Dibenci orang Yahudi: Kristen dianggap sekte sesat.
3. Dibenci pemerintah Romawi: Kaisar Nero bilang - satu hari nama Yesus akan dilupakan orang dan nama Nero akan berkibar.
4. Dibenci orang Romawi: orang Kristen difitnah oleh pemerintah Romawi katanya bakar kota, padahal pemerintah nya sendiri yang bakar kota Roma atas perintah Kaisar karena mau perluas istana.
Masih berpikir jadi Kristen itu gampang?

Jadi tujuan awal manusia dicipatkan adalah untuk menaklukan iblis. Ternyata Adam gagal, Tuhan Yesus menggantikan sebagai Adam kedua. Sekarang kita semua (orang Kristen) dimampukan seperti Tuhan Yesus untuk menaklukan iblis. Sampai jumlah orang-orang yang menaklukan iblis cukup, maka baru Tuhan Yesus akan datang kedua kali.

Menaklukan iblis itu seperti apa sih yang dimaksud, apakah dengan mengusir setan?

Bukan. Yang dimaksud menaklukkan iblis adalah dengan hidup bukan suka-suka kita, melainkan hidup sesuai keinginan Tuhan. Seperti Tuhan Yesus yang punya misi mati di kayu salib, dan Ia taat sampai mati. Kita juga harus taat seperti itu sama kehendak Tuhan dalam hidup kita. Kita belom ada apa-apanya dibanding Tuhan Yesus (Ibrani 12:4). Berapa banyak sih dari kita yang masih mikir keinginan diri sendiri dibanding keinginan Tuhan dalam hidupnya? (Jari menunjuk ke diri sendiri, :P).

Memangnya mungkin ya kita bisa mengetahui apa kehendak Tuhan, apalagi untuk melakukannya?

Jawabannya adalah: MUSTAHIL. Mustahil bagi manusia. Tapi apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Tuhan (Luk 18:27). Dan itulah keselamatan, project mustahil. Mustahil bagi manusia. Mustahil dengan kekuatan sendiri. Mustahil dengan kekayaan sebesar gunung. Dan hanya oleh kasih karunia Tuhan sajalah bisa terjadi.

Jadi, masih berpikir jadi Kristen itu gampang???? (Pertanyaan ditujukan ke diri sendiri :P)

Saturday, February 23, 2013

Heaven and Hell don't exist!?!?


Last night when I was pondering upon God's word in Psalm 8, a question pops into my head (from one of Chrisye's songs), and it keeps me thinking. I can reflect back through my life and motivation of living a Christian life.

The question is : If Heaven and Hell do not exist, how would you lead your life?

The assumption is everything else is still the same. There would still be church, christian, God, Jesus, etc.

But can you take some time and think back:
1. If heaven and hell doesn't exist, would you accept Jesus into your life as your God and savior?
-- If you receive Him as your God, means He will rule over you. Would you still do that?
-- The alternative would be: you can do whatever things you want in this world.
2. Would you still come to church every week?
-- Even if you come to church every week, you won't get into the Heaven because there is no Heaven.
3. Would you still serve at church?
4. Would you still lead christian life (e.g.: integrity, honesty, love each other, love your enemy, etc.)?
5. Any other questions that can pop into your head.

These questions made me think deep, what is it that made me become a Christian. Or more precisely, what keeps me being Christian.

How about you? Would you still be a Christian if there are no Heaven or Hell?

Wednesday, September 26, 2012

Kanvas kehidupan



Hidup kita seperti kertas kanvas. Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita diberikan selembar kertas kanvas putih dengan kuas dan cat kualitas terbaik. Setelah itu setiap kita diminta untuk melukis model yang ada di depan kita. Model itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Seperti seorang artis, hasil gambar kita akan berbeda satu dengan yang lain. Picasso akan menggambar model menjadi kotak-kotak. Leonardo Da Vinci akan menggambar seperti Monalisa, dan seterusnya.

Tidak ada keharusan bagi kita untuk meniru model di depan kita. Apabila kita suka dengan pesawat terbang, mungkin kita dapat melukis gambar pesawat terbang sesuai dengan imajinasi kita. Bahkan tidak ada keharusan kita untuk melukis sama sekali. Seperti apapun hasilnya, akan ada satu waktu akhir dimana hasil gambar kita akan dinilai oleh Sang Hakim Adil. Kriteria penilaian nya akan berbeda satu sama lain. Yang diperhatikan adalah apakah hasil gambarnya sudah mirip dengan model yang diberikan.

Demikian juga dengan hidup kita. Kita "dibebaskan" untuk memilih jalan hidup kita masing-masing, melalui keputusan-keputusan setiap hari yang kita ambil. Tapi seperti setiap goresan kuas akan mendekatkan / menjauhkan diri kita dari model yang harus kita lukis, demikian juga setiap keputusan kita akan mendekatkan / menjauhkan hidup kita dari apa yang Tuhan mau.

Ada yang berkata, bukankah Allah adalah Allah yang baik dan berkuasa? Tentu hasil penilaiannya akan penuh dengan kasih karunia. Well, ingat juga bahwa Ia adalah Allah yang Adil dan Allah yang kudus. Bukankah itu berarti bahwa Ia tidak dapat berkompromi dengan dosa?

Pada akhir hidup kita, apakah kita sudah menggambar Tuhan Yesus pada kanvas hidup kita? Atau kita terlalu santai sehingga tidak menggambar apapun, atau malah menggambar hal-hal lain yang kita senangi?

Wednesday, September 19, 2012

Pengganggu Rencana


Terasa kesel ketika kita kerja dan disuruh masuk hari Sabtu untuk lembur (catatan - tidak dibayar alias sukarela alias kerja sosial). Memang sih kalau kita masih idealis, ada rasa loyalitas pada perusahaan, atau setidaknya pada project yang lagi kita handle untuk diselesaikan. Tapi kalau masuk lemburnya tidak berhubungan  langsung untuk selesainya project yang kita kerjain, artinya ga gitu penting tapi tetep disuruh masuk, berasa makin kesel. Belom lagi kalau itu bakal kejadian beberapa Sabtu berturut-turut, udah kebayang deh hilangnya separoh weekend gw. Yang lebih kesel lagi adalah kalau ternyata di hari Sabtu itu kita udah punya rencana. Rasanya bukan cuma kesel tapi marah. Well, itulah yang gw rasakan hari ini..

Dengan masih menyisakan rasa kesel di hati, ketika aku sate tadi aku diingetin. Ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Dia. Dan aku tanya kepada-Nya apa yang ingin disampaikan. Hmm.. kira2 apa ya yang terjadi kalau tiba-tiba Tuhan mengganggu rencana hidup kita? I mean, kita punya rencana untuk hidup kita masing-masing. Ini dan itu. Rencana yang baik dan manusiawi tentunya. Misal, mau promosi, naik gaji, beli rumah, married, punya anak, liburan, dsb. Tapi gimana jika suatu saat Tuhan 'mengganggu' rencana kita? Apa yang jadi reaksi kita? Apakah masih kayak aku tadi yang marah? Apa kita bersedia meninggalkan rencana kita dan berkata "Ya, aku siap Tuhan"?

OMG, ga sopan banget sih aku. Memangnya aku pemilik hidupku sendiri? Kok bisa-bisa nya aku marah ketika pemilik diriku minta aku balik?

Yang lebih dalam lagi adalah, ternyata apapun rencana kita yang tidak sesuai dengan maunya Tuhan itu adalah dosa loh. Karena kita udah meleset dari rancangan Tuhan semula. Tapi sepertinya aku masih belom sampe level ini. Masih perlu terus dibentuk lagi..

Help me God to glorify You in all the places You have put me in.

Wednesday, August 29, 2012

Tujuan Keselamatan


Background saya adalah seorang programmer. Dari sudut pandang seorang programmer, bila saya membandingkan program yang saya buat ketika saya di kuliah dengan sekarang, maka saya dapat melihat perbedaannya, yaitu bahwa program yang saya buat sekarang lebih efektif ketimbang dulu. Setiap statement yang saya tulis memiliki maksud, setiap variable yang saya declare memiliki tujuan tertentu. Dan saya lah sebagai pembuat program yang dapat mengerti keseluruhan (baik secara umum maupun secara detil) maksud dan tujuan dari setiap variable dan setiap statement yang saya tulis.

Demikian juga yang saya dapat tangkap dari hakikat Tuhan. Bahwa setiap apa yang Ia ciptakan, dalam hal ini manusia, memiliki maksud tertentu. Juga setiap situasi dan peristiwa yang dialami oleh setiap manusia memiliki andil dalam tujuan besar yang telah ditetapkan-Nya. Disinilah letak kedalaman hikmat-Nya, dan betapa dangkalnya pengertian manusia.

Bila kita melihat anugrah keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus, maka adalah tidak logis apabila sesuatu yang sedahsyat itu tidak memiliki maksud dalam hidup manusia. Sesungguhnya adalah bijak apabila manusia merenungkan apa maksud dari anugrah keselamatan yang diberikan kepadanya.

Secara dangkal, kita percaya bahwa anugrah keselamatan akan membawa kita pada hidup kekal. Maksudnya adalah ketika kita meninggal kelak, kita akan masuk sorga. Tetapi apakah hanya itu maksud keselamatan? Apakah ada tujuan dari anugrah keselamatan bagi hidup kita saat ini?

Rom 8:28-29
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Rom 12:1-2
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Ibr 12:1-3
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Dari ketiga ayat di atas, dapat kita ambil beberapa maksud dari anugrah keselamatan yang diberikan bagi manusia dalam hidup kita saat ini.
1. Supaya kita menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya.
2. Supaya kita dapat membedakan mana kehendak Allah yang sempurna.
3. Supaya iman kita menjadi sempurna.

Setelah kita mengetahui hal tersebut, maka adalah satu hal bila kita bersyukur akan anugrah keselamatan yang kita terima. Itu adalah hal yang baik dan patut kita lakukan. Tapi jangan lupakan bahwa di balik anugrah keselamatan yang kita terima, terdapat tanggung jawab kita untuk menggenapi maksud Tuhan dalam hidup kita. Dan di situ terletak free will dari manusia itu sendiri, artinya manusia itulah yang memutuskan apakah ia mau mengikut maksud Tuhan untuk dirinya, ataukah ia hanya ingin mengikuti keinginan dirinya.

Bagaimana kita bisa tau apakah ini maksud Tuhan, atau ini mengikuti keinginan diri kita sendiri? Hmm.. bila ada kesempatan mungkin akan dibahas di post lain.

Gunakan free will kita untuk maksud yang benar ya..

Wednesday, March 7, 2012

Feed my sheep


"Apakah engkau mengasihi aku?" tanya Yesus kepada Petrus ketika mereka sedang bicara berdua (Yoh 21:15-19). Petrus menjawabnya, "Benar Tuhan. Engkau tahu bahwa aku mengasihi engkau". Lalu Tuhan berkata "Gembalakanlah domba-dombaku (Feed my sheep)"

Pertanyaan ini diulang sampai tiga kali. Dan hal itu menyakitkan hati Petrus. Ia menjawabnya dengan sedih hati. "Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau". Untuk ketiga kalinya Tuhan Yesus menjawab Petrus "Feed my sheep".

Petrus memiliki reaksi yang berbeda beberapa hari sebelumnya. Ia menjawab dengan penuh emosi "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!" (Luk 22:33). Tapi saat itu ia belum sepenuhnya mengasihi Tuhan. Ketika Petrus ditanya untuk ketiga kalinya, barulah ia sadar seberapa dalamnya ia mengasihi Tuhan.

Setelah ia menyadari seberapa dalam kasihnya, Tuhan memberikan perintah pada Petrus untuk memberi makan (feed) domba-dombaNya. Ini bukan ajakan. Ini adalah perintah yang diberikan hanya pada orang-orang yang mengasihi Tuhan. Awalnya aku berpikir bahwa maksudnya memberi makan adalah dengan memberi makan Firman. Tetapi ada yang lebih dalam dari itu, memberi makan adalah dengan memberikan diri kepada domba-dombaNya. Menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah. Itu adalah panggilan yang tertinggi. Untuk berkorban demi keselamatan orang lain. Demikian juga panggilan kita masing-masing.

Berikut adalah quote dari devotion yang ditulis oleh Oswald Chambers
We each have to find a niche in life, and spiritually we find it when we receive a ministry from the Lord. To do this we must have close fellowship with Jesus and must know Him as more than our personal Savior. And we must be willing to experience the full impact of Acts 9:16 - "I will show him how many things he must suffer for My name's sake"

I pray that I can found out my niche and my ministry from the Lord. And you can found out yours as well. If you have, let's be reminded and be persistent in doing that. Let us keep our persistence in knowing and chasing Him.

Thursday, February 2, 2012

Ku Mengasihi Yesus


Ku Mengasihi Yesus
(Fanny Erastus - Song of Compassion)

Ku Mengasihi Yesus
Bukan hanya dengan kata-kata
Tak cukup kataku, tak cukup nyanyian
Mengungkapkan kasihku Tuhan

Ku Mengasihi Yesus
Dengan milik dan s'genap hidupku
Walaupun ku tau takkan mampu bagiku
Membalas kasih-Mu Tuhan

Tuhanku Engkau Allahku, aku tercipta hanyalah untuk-Mu
Memuji serta menyembah kepada-Mu Raja Mulia

Kusadari ku tak berhak hidup kecuali bagi-Mu Tuhan



My Lord, I came to love this song so much lately. This is a song that reflects my love for you. I really want to be your favourite. I know that I am still very far from your standard. My Lord, take me closer to You.

Many times I'm getting impatient on listening to You, on waiting for You, then I go and do things my own way. It hurted me a lot, and also hurted those around me. I then tried to listen to You in my despair. After some times I stop listening and do my own thing again. Oh Boy.. you are truly impatient.

Father, lead me to the path You want me to walk in. Don't let me walk in an easy path that I might forget you. Don't let me walk in a hard path that I might leave you. Lead me to the path that I can be as close as possible to you every day. That I can have best relationship with you. That I can have new revelation of You and Your truth. That I can live and share your truth to those around me, that they might be changed.

Father, help me so that I can know your voice. You told me that I would recognize your voice. So please, speak to me in the way that I can understand. I need You, more than yesterday.



Saturday, December 10, 2011

Setitik Cahaya Kecil


Setitik cahaya kecil di tengah gelapnya dunia
Menjalani hidup penuh suka dan duka
Melihat kesana kemari adakah cahaya lain
Tersenyum ketika menemukan titik-titik cahaya lain
Hancur karena melihat tidak ada banyak cahaya di dunia

Bertemu guru dan teman-teman cahaya
Bersyukur dan belajar sebisanya
Sungguh lega ketika mengetahui
Sang guru pun mengalami kegelisahan yang sama

Kapankah perjuangan akan berakhir?
Apakah diriku telah berkenan di hadapan Sumber Cahaya Abadi?
Bolehkah menghadap takhta Sang Mahatinggi?
Kenapa tidak banyak yang menyadarai kenyataan hidup ini?

Semua termakan dalam kesia-siaan
Kesibukan hidup membuat waktu semakin cepat berlalu
Sang cahaya pun terhisap dalam kesia-siaan
Menghabiskan hidup dalam kefanaan

Saat anugrah menyadarkannya dalam dahsyatnya kekekalan
Rancangan indah tiada tara sedang menunggunya
Sang cahaya dengan bersemangat menanti
Di dalam indah kebesaran-Nya

Bolehkah cahaya kecil mengetahui rahasia-Mu?
Bukakanlah seluruh potensi besar yang telah Kau tanamkan
Bukankah cahaya kecil akan lebih dapat mewujudkan rencana besar-Mu?
Ijinkanlah diriku tinggal dalam bait-Mu senantiasa

Sumber Cahaya Abadi tersenyum
Cukuplah kasih karuniaku kepadamu
Kembangkanlah seluruh talentamu
Tunjukkanlah terang dimanapun kau berada
Dan janganlah keluar dari hadapanku

Cahaya kecil pun melanjutkan perannya
Hati yang rindu janganlah lekas kau menghilang
Sampai terdengar suara dari atas
Baik sekali perbuatanmu, hai hambaku yang baik dan setia

Friday, November 11, 2011

Teach Me


I came across this beautiful song by True Worshippers. It's called Teach Me, and this is from their third album (A True Celebration). Personally, I think that their earlier albums are better than their recent ones. This song has left a deep impression for me, and I want to share it so this song can be a blessing for you as well. Click here to listen/download the song. Here goes:

Teach Me
(True Worshippers - A True Celebration)

Teach me to worship You
Teach me to adore You
I want to love You
With my whole being

To learn to praise Your name
Each day to do the same
Teach me o Lord the way
To worship You

I want to worship You
I want to adore You
I want to love You
With my whole being

To forsake my sinful way
To look upon Your face
And understand Your grace
O Lord my God



Worship is more than just words that come out from our lips. Worship is more than the ritual that we do on the church service, cell group, or personal quiet time. Even if those words (we feel) come out from our hearts. This kind of worship is just one aspect of worship.

Real worship comes when we are outside the church, cell group, or quiet time. What we think, what we feel, what we say, what our action is the real worship to Him. Our motives (and hidden motives) when we do an action, are they rightful in His eyes? All the things that we do, all the things that we say, all the feelings, motives, and thoughts that are rightful and perfect in His eyes are the real worship. And this act of worship is the one that is pleasing to Him. Having Jesus Christ's attitude (thoughts and feelings - Indonesian translation) - Phil 2:5, knowing what is good, pleasing, and perfect will of God - Rom 12:2, these are the real worship.

And so, being under pressure at work and still having joy instead of grumbling is an act of worship. Living healthily, with the underlying motive that with our health we can live more effectively for the Lord, is an act of worship. Encourage or rebuke a friend with His wisdom instead of just saying things that are going to please him, is an act of worship. When these acts become our lifestyle, people will see our good deeds and will glorify our Father in Heaven (Mat 5:16).

I am far than perfect, and I pray so that You can teach me to have this kind of worship and my life will be pleasing in Your eyes.


Monday, November 7, 2011

Kasih Karunia


Kel 33:12-13
... Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku.
Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu;...

Kita harus berhati-hati agar tidak memaknai kasih karunia dengan sikap hati yang salah. Adalah suatu kebenaran bahwa Yang Mahakuasa telah memberikan kasih karunia bagi orang-orang yang mempercayakan diri kepada-Nya. Musa dengan kasih karunia yang telah diterimanya, memiliki sikap hati yang benar di hadapan Tuhan. Ia meminta agar Tuhan menunjukkan jalan-Nya. Musa meminta agar ia dapat mengenal Tuhan lebih dalam lagi, agar ia tetap mendapat kasih karunia.

Dewasa ini orang menganggap bahwa kasih karunia yang telah mereka dapat tidak dapat hilang. Apabila pengertian tersebut benar, maka Musa tidak perlu mengucapkan kalimat "...supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu...". Tetapi bila Musa mengucapkan kalimat tersebut, berarti ia sadar bahwa kasih karunia yang telah ia miliki merupakan suatu harta berharga, dan sesungguhnya mungkin hilang bila ia tidak menjaganya.

Bangsa Israel baru saja berdosa besar kepada Tuhan. Mereka telah membuat patung lembu dan menyembahnya. Musa pun datang ke hadapan Tuhan dan berdoa syafaat untuk bangsa itu di hadapan Tuhan. Berkali-kali Musa berhasil meredakan kemarahan Tuhan karena kasih karunia ada pada Musa. Tetapi yang dilakukan Musa di akhir doa syafaat merupakan hal yang lebih berani lagi. Di ayat 18, ia meminta agar Tuhan memperlihatkan kemuliaan-Nya.

Kita lihat bagaimana jawaban Tuhan. Ayat 19, Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu. Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani." Jawaban Tuhan di revisi lagi di ayat 20. Ayat 20, Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup." Ternyata yang diminta Musa di ayat 18 adalah untuk meminta wajah Tuhan, dan sepertinya tidak mungkin bisa lihat. Tapi belum berakhir, karena di ayat 21-23 jawaban Tuhan direvisi lagi. Ayat 21-23, Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan." Betapa kasih-Nya Tuhan kepada Musa, bahkan Ia merevisi jawaban-Nya dua kali dan akhirnya bersedia memperlihatkan diri-Nya (belakang-Nya) kepada Musa. Musa tau lebih dari siapapun keagungan Tuhan. Musa tau jelas bahwa ia pasti mati bila ia melihat Tuhan. Dalam rasa lapar rohani yang tidak tertahankan, Musa meminta hal yang impossible. Musa mempertaruhkan kasih karunia yang ia punyai agar dapat melihat Tuhan.

Apa yang kita lakukan dengan kasih karunia yang diberikan kepada kita? Apakah kita membiarkannya begitu saja? Apakah kita menggunakannya untuk kesenangan kita sendiri? Ataukah kita menggunakan kasih karunia untuk kesenangan-Nya?


Tuesday, October 4, 2011

The Gaze of The Soul


Faith is inwardly gazing into God's soul. As Israelites saw the brass serpent in the desert and lived, we saw Him with our soul's eyes and lived.


Hebrew 12:1-2.
Therefore, since we are surrounded by such a great cloud of witnesses, let us throw off everything that hinders and the sin that so easily entangles. And let us run with perseverance the race marked out for us, 2 fixing our eyes on Jesus, the pioneer and perfecter of faith. For the joy set before him he endured the cross, scorning its shame, and sat down at the right hand of the throne of God


O Lord, I have heard a good word inviting me to look away to Thee and be satisfied. My heart longs to respond, but sin has clouded my vision till I see Thee but dimly. Be pleased to cleanse me in Thine own precious blood, and make me inwardly pure, so that I may with unveiled eyes gaze upon Thee all the days of my earthly pilgrimage. Then shall I be prepared to behold Thee in full splendor in the day whey Thou shalt appear to be glorified in Thy saints and admired in all them that believe. Amen.
- A.W. Tozer, The Pursuit of God-

Saturday, September 17, 2011

The Universal Presence


O God and Father, I repent of my sinful preoccupation with visible things. The world has been too much with me. Thou hast been here and I knew it not. I have been blind to Thy Presence. Open my eyes that I may behold Thee in and around me. For Christ's sake. Amen.

- A.W. Tozer, The Pursuit of God-

Monday, August 22, 2011

The Blessedness of Possessing Nothing

Father, I want to know Thee, but my coward heart fears to give up its toys. I cannot part with them without inward bleeding, and I do not try to hide from Thee the terror of the parting. I come trembling, but I do come. Please root from my heart all those things which I have cherished so long and which have become a very part of my living self, so that Thou mayest enter and dwell there without a rival. Then shalt Thou make the place of Thy feet glorious. Then shall my heart have no need of the sun to shine in it, for Thyself wilt be the light of it, and there shall be no night there. In Jesus’ name, Amen.


- A.W. Tozer, The Pursuit of God-

Sunday, August 14, 2011

Following Hard After God

O God, I have tasted Thy goodness, and it has both satisfied me and made me thirsty for more. I am painfully conscious of my need of further grace. I am ashamed of my lack of desire. O God, the Triune God, I want to want Thee; I long to be filled with longing; I thirst to be made more thirsty still. Show me Thy glory, I pray Thee, that so I may know Thee indeed. Begin in mercy a new work of love within me. Say to my soul, “Rise up, my love, my fair one, and come away.” Then give me grace to rise and follow Thee up from this misty lowland where I have wandered so long. In Jesus’ name, Amen

- A.W. Tozer, The Pursuit of God-

Friday, August 12, 2011

Hope

Roma 5:2
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Roma 5:5
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Roma 8:24
Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
1Kor 15:19
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
Kol 1:5
Oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil
1Tim 1:1
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita
Tit 1:2
dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta
Tit 2:13
dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus
Tit 3:7
supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-nya berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita
Ibr 6:11
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya
1Pet 1:3-4
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang terimpan di sorga bagi kamu.
1Pet 1:13
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus
1Yoh 3:2-3
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
I came across this amazing truth. Ketika Alkitab berbicara mengenai pengharapan, Alkitab tidak berbicara mengenai pengharapan masa kini. Alkitab tidak berbicara bahwa Tuhan akan memberikan yang lebih baik bagi kita in terms of kebutuhan jasmani. I have quoted many verses about hope in the Bible (13 from 58 instances in New Testament) to give us clear understanding of what the Bible talks about when it said the word hope.
Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa yang dimaksud dengan pengharapan adalah pengharapan akan menerima hidup kekal (Tit 1:2, Tit 3:7), pengharapan menerima kemuliaan Allah (Roma 5:2), pengharapan yang akan kita terima ketika pengangkatan kita sebagai anak (1Yoh 3:2-3), yaitu ketika Kristus menyatakan diri-Nya, dan kita ikut dimuliakan bersama dengan Dia (bdk. Kol 3:4). Dasar pengharapan kita adalah Kristus, karena tanpa kematian-Nya tidaklah mungkin kita akan dimuliakan. Pengharapan ini tidak dapat kita lihat, dan tidaklah nyata di hidup kita saat ini (Roma 8:24).
Semua ini adalah pengharapan di hidup yg akan datang, hidup yang akan kita jalani kelak setelah kita meninggalkan dunia ini. Tetapi ada satu jaminan yang kita dapatkan di hidup ini, sebagai materai bahwa kita akan menerima pengharapan tersebut. Jaminan tersebut adalah Roh Kudus (Ef1:13-14
Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimateraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya). Maka di Roma 5:5 (ada di atas) dikatakan bahwa pengharapan kita tidak mengecewakan karena Roh Kudus telah dicurahkan dalam hati kita di hidup kita sekarang walaupun kita baru akan menerima pengharapan kita kelak.
I talked about this because I read an article. Artikel tersebut mengesankan bahwa karena kita telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, maka kita dapat mengharapkan Tuhan untuk memberi kita hidup yang lebih baik (dalam seluruh area: pekerjaan, karier, kesehatan, pasangan hidup, dsb). Pengharapan yang berdasar karena Tuhan sangat mengasihi kita (out-of-context mengutip Roma 5:5). Pengharapan seperti ini adalah pengharapan hidup masa kini, dan pengharapan hidup untuk memenuhi kebutuhan jasmani.
Betapa rendahnya! Pengharapan dari Tuhan bukanlah pengharapan untuk berpikir positif. Pengharapan yang murni tidaklah pasif seperti itu, sebaliknya pengharapan menuntut kita untuk hidup suci (1Yoh 3:2-3) bahkan kita hendaknya menganggap pengharapan itu sebagai sesuatu yang dapat hilang (Ibr 6:11). Pengharapan kita haruslah diletakkan seluruhnya pada hari penyataan Yesus Kristus, dan bukan pada perkara-perkara duniawi (1Pet 1:13).
Sedang untuk hal-hal pemenuhan kebutuhan jasmani, aku sepenuhnya percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu (Rom 8:28), bahwa Tuhan tau yang terbaik bagi setiap kita (Mat 6:32), dan bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang juga dialami oleh semua manusia (1Kor 10:13).
I truly hope that we all can still grab onto the hope until the end, that we will be glorified alongside Christ as our first brother.

Wednesday, August 3, 2011

Pelita bagi kakiku

Maz 119:105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Di zaman dahulu tentunya gak ada lampu senter, apalagi lampu neon. Penerangan zaman dahulu ya pakai obor atau lilin. Dan di dalam lingkungan yang sangat gelap, maka penerangan lilin / obor hanya dapat menerangi satu langkah di depan kita.

Demikian juga halnya dengan kehidupan kita. Ketika kita berjalan dalam gelapnya dunia ini, maka petunjuk Tuhan yang diberikan ada kalanya hanya satu step di depan kita. Apabila kita diam di tempat, lalu berusaha melihat-lihat di depan ada apa, maka kita tidak akan dapat melihatnya. Setelah kita melangkah ke depan satu langkah, maka Tuhan akan memberi tahu satu step ke depannya lagi.

Semoga kita semua tidak terlalu lama berhenti dan berusaha melihat-lihat ke depannya seperti apa, di luar yang Tuhan tunjukkan pada kita. Melangkahlah. Ingat hidup ini adalah perlombaan. See you on the finish line.